Jangan Bosen untuk Kunjungin Blog Sederhana Ini Yaahh !!! (-__-lll) (˘_˘”) Home | DickeyMaru™ | Caesar Shinobito | Join This Site

Tuesday, January 3, 2012

Avatar

Prediksi Kematian [The Death Clock]


Googling...Googling...Googling...

Upss, nemunya yang ginian. Tapi sobat udah coba belum? Hohoo. Seru kok! yang gak berani jangan nyoba deh, ntar kena serangan jantung, wkwkwkkk, canda doang sob..


Ya, ini adalah sebuah Aplikasi atau Program atau Halaman Web atau apalah [# terserah sobat lah pokoknya] yang dapat memprediksi kapan sobat akan IS DEAD, hoohooo... [# tertawa jahat]..


Namanya adalah [# eng ing eng] The Death Clock. Sobat tinggal memasukkan NAMA, UMUR, BERAT BADAN, TINGGI BADAN, MEROKOK atau TIDAK, DLL, kemudian klik 'Check Your Death Clock' dan sobat bakal tau berapa lama lagi sobat berada di permukaan bumi. Sekali lagi, ini mungkin menakutkan, tapi tenang saja, ini hanyalah PREDIKSI yang belum tentu benar kenyataannya..

SELAMAT MENCOBA
Source

Sunday, September 11, 2011

Avatar

Kamar Keramat Pelabuhan Ratu


hantu_hotel


Jangan menganggap ketika kita menginap di hotel paling mewah sekali pun kita telah terbebas dari ‘mitos-mitos’ cerita dunia lain. Hotel dengan tarif mahal maupun murah sebenarnya bukanlah jaminan seseorang merasakan ketenangan yang sejati.
Seperti beberapa hotel yang telah tersebut sebelumnya. Nah, selain hotel-hotel yang telah tersebut, ternyata masih ada beberapa hotel yang memiliki cerita serupa.


Hotel apa sajakah itu?
Samudra Beach Hotel Pelabuhan Ratu, Dihotel ini bersemayam seorang ratu dunia gaib yang terkenal diseluruh nusantara dan oleh pihak management hotel diberikan kamar khusus yang terletak di lantai 3 No.315. Kalau tidak percaya datang saja dan buktikan.
Avatar

Jenglot,,apakah itu ???


Banyak orang yang bertanya-tanya tentang jenglot. Sampai sekarang masalah itu masih menjadi perdebatan dan teka-teki apakah jenglot hidup atau sudah mati yang misterius dikalangan masyarakat, dan pada umumnya masyarakat Jawa. Karena dalam masyarakat Jawa itu masih kental dengan adanya hal-hal yang mistis, salah satunya tentang jenglot ini.
Jenglot adalah sebuah makhluk yang hidup layaknya manusia yang diyakini mempunyai kekuatan gaib dengan tubuh kerdil tidak lebih dari 12 cm yang memiliki gigi dan kuku yang runcing, sehingga membuat orang yang melihat takut.
Selain itu jenglot juga mempunyai rambut panjang yang tebal dan jarang. Banyak masyarakat yang meyakini jenglot dulunya adalah seeorang manusia yang telah mempunyai ilmu sakti dan mati dalam pertapaannya, lalu tubuhnya menciut dan tidak mengurai, dikarenakan jasadnya tidak diterima oleh bumi. Maka, sejak saat itu masyarakat meyakini jenglot adalah manusia.
Beberapa orang sakti saat ini banyak yang meyakini bahwa jenglot mempunyai kekuatan gaib, maka tidak sedikit dari mereka yang memeliharanya dengan cara memberi darah sebagai makanannya. Setetes darah biasanya diberikan setiap periode, selama 35 hari dan tepatnya pada hari jumat legi.


Apabila hal atau ritual itu tidak dilakukan maka akan ada kesialan yang akan menimpa penduduk sekitarnya. Hal ini membuat masyarakat bertanya-tanya lagi, sebenarnya jenglot itu merupakan manusia ataukah hantu jenglot belaka yang menyerupai manusia kecil yang mempunyai bagian seperti kepala, tangan, kaki dan rambut yang panjang.
Ditinjau dari segi ilmiah, secara luaran fisik bentuk jenglot menyerupai manusia. Tetapi setelah diadakan beberapa penelitian yang mendalam lagi ternyata struktur tubuh jenglot berbeda dengan manusia, karena ternyata jenglot tidak mempunyai struktur tulang layaknya manusia. Hanya ada struktur tulang penyangga dari kepala sampai badan, selain itu tidak ditemukan juga jaringan kuku dan gigi. Sebenarnya dalam penelitian itu sempat ditemukan juga segumpal daging, tapi belum bisa dipastikan apakah itu daging atau bahan lainnya.


Dari hari ke hari semakin banyak ditemukan berbagai jenis jenglot di Indonesia. Tetapi tetap saja belum ada yang menyimpulkan apakah jenglot itu. Tetapi penelitian menyimpulkan bahwa jenglot memang mempunyai karakteristik seperti manusia dan mempunyai suatu energy yang besar. Dan percaya atau tidak hal ini memang ada di dalam kehidupan masyarakat. Tetapi kita sebagai orang yang beriman jang sampai kita terjerumus ke dalam hal-hal yang berbau mistis seperti halnya jenglot yang nantinya bisa membawa kita pada kesyirikan.
Avatar

Ruqyah Syar’iah Merupakan Cara Tepat Untuk Kerasukan



Pada dasarnya dunia ini terdari dua alam, yaitu alam nyata dan tidak. Untuk memahami itu semua kita harus benar-benar tahu apa dan bagaimana itu semua terjadi. Dalam ajaran Islam, kita diwajibkan mempercayai adanya alam-alam tersebut. Begitu juga dengan kehidupan yang ada di dalamnya. Karena hal tersebut adalah ciri-ciri orang beriman.
Jika kita berbicara tentang dunia atau alam ghoib, kita akan mengerti bahwa disana akan ada sejumlah golongan, seperti jin, syetan, iblis, dan makhluk ghaib lainnya. Jika kita kaitkan dengan jehidupan sehari-hari, kita pasti mendengar bahwa kesurupan adalah akibat dari ganguan mankhluk ghaib. Kita tahu bahwa kesurupan adalah suatu kejadian dimana manusia pada umumnya berada diluar kendali atas pikirannya.
Hal ini bias terjadi karena kemungkinan mereka melihat adanya penampakan di suatu tempat yang kemudian merasuk ke dalam jiwa mereka.


Kejadian ini tidak jarang merembet kepada orang yang ada disekitarnya. Misalnya, kasus kesurupan yang terjadi di SMA Negeri 6 Lampung dan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Di SMA Negeri 6 Bandar Lampung terjadi peristiwa kerusukan sekitar 20 orang siswa pada tanggal 1 Maret 2006. Kemudian berlanjut pada tanggal 2 Maret sekitar 50 orang siswa.
Jika telah terjadi gangguan seperti ini, maka ruqyah syari’iah adalah cara yang paling utama dilakukan dalam Islam. Ruqyah Syari’iah adalah sebuah terapi nabawi yang digunakan untuk memulihkan seseorang dari kerasukan. Hal ini dilakukan dengan cara membacakan ayat-ayat suci Al-Quran dan juga do’a-do’a yang ma’surat. Sehingga, orang yang bersangkutan akan kembali normal.
Avatar

Semua Tentang LAWANG SEWU


Lawang Sewu
Saat berkunjung ke Semarang tempat yang tidak boleh dilewatkan untuk dikunjungi adalah sebuah gedung tua yang terletak di Simpang Lima Tugu Muda yaitu Lawang Sewu. Saat ke Semarang kemaren itu saya juga menyempatkan diri untuk kesana meskipun saya sudah pernah kesana sebelumnya, tapi itu dulu sekitar dua atau tiga tahun yang lalu.

Kebetulan siang hari saat itu saya tidak pergi kemana-mana, hanya tiduran di kost teman saja karena bertepatan dengan hari Jum'at yang waktunya cukup sempit. Lagi pula cuaca Kota Semarang saat itu sedang tidak bagus, mendung di siang hari dan akhirnya turun hujan juga. 

Pada malam harinya saya baru bisa keluar untuk jalan-jalan keliling kota. Ditemani oleh teman-teman saya yang kuliah di Semarang yaitu Frandy, Roby, Tity, dan Andi dari Jogja. Kami memutuskan untuk pergi ke Lawang Sewu. Sebenernya yang ngotot ke Lawang Sewu adalah Andi karena dia yang belum pernah masuk ke Lawang Sewu.

Jam 10 malam kami sudah tiba di Lawang Sewu, lalu kami menemui seorang pemandu bernama Pak Toto' yang menjadi pemandu langganan kami jika mengunjungi Lawang Sewu. Sayang sekali Pak Toto' tidak bisa menemani kami malam itu karena beliau sedang ada tamu. Salah saya juga sih tidak menelpon Pak Toto' terlebih dahulu. Akhirnya Pak Toto' mencarikan temannya untuk menjadi pemandu kami.

Setelah mendapatkan pemandu kami segera masuk ke pintu gerbang Lawang Sewu. Pak Aji yang menemani kami malam itu. Pada pintu masuk kita diharuskan untuk membayar tiket sebesar 10 ribu, padahal dulu itu masih 5 ribu saja. Pak Toto' sudah berpesan sebelumya, jika membeli tiket kami harus meminta kertas tiketnya karena jika kami tidak memintanya uang tersebut bakal masuk ke kantong yang jaga tiket, bukan masuk ke kas negara. So buat teman-teman yang mau ke Lawang Sewu jika masuk selalu minta kertas tiketnya, karena kalo nggak minta biasanya nggak dikasih.

Tiket sudah dibeli, kami masuk melalui pintu utama Lawang Sewu. Pak Aji mulai menjelaskan tentang sejarah Lawang Sewu ini. Dulunya tempat ini adalah kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yang dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Tapi setelah kemerdekaan Indonesia gedung kuno ini digunakang sebagai kantor PT Kereta Api Indonesia. Ketika berlangsung pertemputan lima hari di Semarang, gedung ini dijadikan lokasi pertempuran melawan Jepang. Kenapa dinamai Lawang Sewu? Karena jumlah pintunya yang sangat banyak, tapi nggak ada yang tau berapa jumlah pintu yang sebenarnya.
Lawang Sewu
Dari lantai satu kami naik menuju lantai berikutnya sambil mendengarkan penjelasan dari pemandu kami. Tidak lupa foto-foto dulu di atas. Dari atas gedung Lawang Sewu kita bisa melihat Simpang Lima Tugu Muda yang sudah mulai sepi karena memang hari sudah malam.


Kami lalu melanjutkan menuju ruang pembantaian, ya ruang pembantaian. Dulu ruangan tersebut digunakan oleh penjajah untuk membunuh para tawanan-tawanan dari Indonesia. Tempatnya cukup membuat merinding. Dulu sewaktu kunjungan saya ke Lawang Sewu yang pertama, tidak setiap orang bisa masuk ke ruang pembantaian ini. Biasanya si pemandu akan meminta ijin apakah kita diperbolehkan masuk atau tidak. Tapi untuk kali ini yang saya lihat semua orang bebas keluar masuk ruang pembantaian, tentu saja dengan ditemani oleh pemandu.


Dari gedung yang terletak di depan kami bergeser menuju gedung yang ada di belakang dengan yang dihubungkan dengan sebuah jembatan. Saat berada di jembatan, Pak Aji mempersilahkan kami jika ingin foto-foto terlebih dahulu. Tentu saja tawaran tersebut tidak kami sia-siakan. Saya yang memegang kamera mulai mengambil foto teman-teman saya. Anehnya saat saya menekan shuter pada kamera, pada layar LCD kamera terlihat seperti ada air yang mengalir yang menghalangi kamera saya. Saya lanjutkan menekan shuter kamera tersebut dan hasilnya gambar tidak fokus, padahal saat itu masih ada cahaya meskipun sangat sedikit dan juga flash kamera pada posisi ON. Berulang kali saya mengambil foto teman-teman saya tapi berkali-kali juga gagal, hasilnya tidak fokus. 


Saya sudah menyerah untuk mengambil foto, kemudian Pak Aji menawarkan agar dia saja yang mengambil foto biar saya ikut terfoto. Berkali-kali juga Pak Aji menekan shuter kamera dan hasilnya sama saja dengan saya sebelumnya, gagal dan tidak fokus!! Karena mungkin merasa ada hal yang aneh, Pak Aji dengan segera mengajak kami untuk pergi dari tempat itu.
Lawang Sewu
Lawang Sewu

Kami berjalan menuju ruangan berikutnya yang disebut lorong kereta, unik juga menurut saya. Dinamai lorong kereta karena saat kita di depan pintu tersebut pandangan akan lurus terus berupa pintu-pintu yang membentuk sebuah lorong yang sangat panjang. Dan disini kamera saya berfungsi dengan normal padahal kondisi ruangan sangat gelap hampir tidak ada cahaya. Cahaya hanya dari lampu senter Pak Aji saja.
Lawang Sewu
Dari lorong kereta kemudian kami ke ruang bawah tanah yang dulu biasa digunakan untuk uji nyali di sebuah televisi swasta. Sayang sekali sekarang kita tidak bisa lagi masuk ke ruang bawah tanah tersebut. Nggak tau kapan lagi ruang bawah tanah bisa dimasuki kembali, mungkin setelah pemugaran Lawang Sewu ini selesai karena saat ini memang sedang dalam proses pemugaran.

Tapi sebagai gambaran akan saya ceritakan pengalaman saya masuk ke ruang bawah tanah saat ke Lawang Sewu beberapa tahun yang lalu. Untuk masuk ke ruang bawah tanah kita harus menggunakan sepatu bot karena kondisi ruang bawah tanah itu terdapat genangan air sedalam kira-kira 30cm. Ruangannya cukup pengap karena ventilasinya sangat kecil, hampir nggak ada yang tau kalo itu ventilasi. Jika kita melihat ke arah luar dari ventilasi tersebut, mata kita sejajar dengan dataran tanah yang ada di luar.

Sebenarnya ruang bawah tanah ini digunakan sebagai penjara. Terdapat dua macam penjara yang ada di ruang bawah tanah, yaitu penjara duduk dan penjara berdiri. Untuk penjara duduk tingginya mungkin hanya 1 meter lalu ada tutupnya di atasnya. orang yang dipenjara disitu akan berjongkok selama dipenjara dan berjubel dengan banyak orang. Sementara itu untuk penjara bediri tingginya sangat cukup untuk saya dengan tinggi badan 177cm, hanya saja lebarnya sangat sempit. Sewaktu saya coba dengan teman saya masuk bersamaan berdua saja sudah sangat sempit, tapi katanya untuk penjara berdiri ini bisa diisi 4 sampai 6 orang. Bisa dibayangkan sendiri bertapa tersiksanya orang-orang yang dipenjara saat itu.

Selain itu di ruang bawah tanah juga terdapat tempat untuk pemenggalan kepala. Yah, pemenggalan kepala para tahanan yang ada disini. Kemudian kepala yang sudah dipenggal tersebut dibuang ke dalam sungai yang ada di belakang Lawang Sewu melalui ventilasi-ventilasi yang ada. Karena itulah ruang bawah tanah ini dianggap sebagai tempat yang paling mengerikan di Lawang Sewu.

Karena kami tidak bisa masuk ke dalam ruang bawah tanah dan hanya bisa melihatnya dari luar, kami melanjutkan keliling gedung tua ini. Kami sudah sampai pada halaman belakang yang terdapat pohon mangga yang besar, menambah kesan angker tempat ini. Kami duduk-duduk terlebih dahulu untuk bersantai di halaman belakang ini karena berkali-kali Frandy terjatuh, mulai jatuh dari tangga saat turun tadi, tersandung sebuah plat besi sampai berdarah kakinya, dan juga tersandung batu saat di bawah pohon mangga. Nggak tau kenapa, lagi apes atau lagi apa sampe-sampe bisa kesandung berkali-kali.
Lawang Sewu
Setelah cukup berisitirahat kami keluar dari halaman belakang tersebut menuju ke depan, berakhirnlah petualangan kami di Lawang Sewu malam itu. Sebelum keluar Pak Aji bercerita kalau selama perjalanan di dalam tadi hanya ada satu makhluk gaib yang mengganggu kami, ya sewaktu kami berfoto di jembatan itu tadi. Yah percaya nggak percaya sih. Kami pun berpamitan dengan Pak Aji sambil memberikan tips seikhlasnya. Tapi sebelum keluar dari area Lawang Sewu kami foto-foto dulu karena di depan pintu masuk tadi terdapat sebuah kereta tua yang cukup antik, sayang kalo dilewatkan untuk berfoto ria. Hehe..
Lawang Sewu
Yah ini lah Lawang Sewu bangunan yang cukup unik, cantik, misterius, menyeramkan, dan penuh daya magis yang membuat banyak orang terpikat untuk datang kesini. Terlepas dari itu semua apakah benar ada atau tidaknya makhluk gaib disana, bagi saya gedung tua ini memang luar biasa karena nilai sejarahnya. Dan sudah sepantasnya Lawang Sewu menjadi bangunan bersejarah yang patut dilindungi, tidak hanya oleh Pemerintah Kota Semarang tapi kita semua.
Lawang Sewu



Ref >> http://www.wijanarko.net